Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Selasa, 11 Mei 2010
di
00.40
Banyak yang sudah terlewati akhir-akhir ini.
dan begitu banyak berita, peristiwa, doa dan harapan jalin menjalin menjadi sebuah rangkaian kehidupan yang tidak bisa diulang...
Tuhan...ini yang bisa saya lakukan...
walaupun ternyata beberapa harapan tertunda...
saya masih diberikan harapan untuk tetap berharap...
Tuhan....jangan kau padamkan mimpi ini
Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Kamis, 06 Mei 2010
di
05.35
Berdasarkan rapat pleno, Kamis, 6 Mei 2010 jam 19.24 WIB dan dihadiri oleh seluruh guru SNP Taruna Bakti Bandung, menyatakan bahwa :
siswa SMP Taruna Bakti Bandung 100% lulus.
Selamat kepada Siswa/i SMP Taruna Bakti.....! Semoga kalian berhasil di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Bandung, 06 Mei 2010
Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Senin, 29 Maret 2010
di
21.13
Hari ke-2 UN...mata pelajaran Bahasa Inggris.
ada yang aneh...siswa kita merasa UN bahasa Indonesia Lebih sulit ketimbang bahasa Inggris.
Apa ada yang salah dengan kurikulum Bahasa Indonesia?
Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Sabtu, 27 Maret 2010
di
22.02
Besok awal UN,semoga anak aksel,reguler dan bilingual bisa menjalaninya dengan baik! akselerasi the best
Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Jumat, 05 Maret 2010
di
03.22
Pidato SBY kmaren benar2 membuat saya smakin yakin kalau dia sama sekali tidak memiliki insting politik seorang negarawan.
Bagaimana mungkin sbg seorang presiden,langkahnya selalu tlambat. Termasuk masalah bank Century.
Bahkan lebih dari itu,apa yang dikatakan oleh presiden adalah sebuah kecerobohan politik. Presiden jelas melakukan perlawanan terhadap institusi perwakilan rakyat dengan pidatonya yang menyerang kebijakan hasil keputusan rapat paripurna.
Pidato presiden ini bahkan bukan saja tidak mampu membuat masalah menjadi terang justru malah membuka arena baru bagi perang politik itu sendiri.
Rakyat atau minimal saya sendiri menyadari bahwa presiden yang sekarang adalah tipe yang tidak layak menjadi presiden.
Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Selasa, 02 Maret 2010
di
08.40
Hari ini, ada berita dpr ricuh. Dan anehnya saya seneng mendengarnya. Ada semacam kepuasan tersembunyi ketika melihat konstelasi politik detik demi detik. Ternyata melihat ketegangan demi ketegangan yang dialami sby,ketua dpr dan demokrat adalah jenis lain dari pelampiasan insting agresif yang terekan oleh norma dan etika.
Dan mungkin itu juga yg dirasakan teman2 di tempat kerja. Hanya senang melihat orang lain terlilit masalah tanpa mampu berperan atau memberi solusi.
Menjadi penonton dari sebuah adegan yang terjadi tidak memiliki resiko apapun. Hanya melihat,komentar,ejek dan sembunyi kepala ketika disorot kamera.
Dasar jiwa-jiwa munafik!!
Diposting oleh
IMAM WIBAWA MUKTI
Rabu, 11 November 2009
di
18.37
perasaan....Indonesiaku sudah compang camping...
mungkin kejadian seperti ini memang khusus Tuhan gariskan untuk Indonesia...
rakyatnya terlalu mudah memaafkan dan mudah juga melupakan...
jadi akan selalu begini....