Perjalan hidup terus berlanjut dan kita sering lupa bahwa hidup ini begitu menyenangkan...!
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Rabu, 06 Juni 2012 di 20.25
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Kamis, 05 Januari 2012 di 05.12
Satu hari terlewati menceritakan apa yang saya alami.
Itu disebabkan kelelahan setelah pagi dan siang diisi dengan berenang bersama anakanak.
Tadinya malah akan melarang tiara untuk renang..karena beberap hari yg lalu sudah ke garut.
Tapi siapa yang tahan melihat anak merajuk minta ditemani karena saudara yang lain berenag dengan ibunya.
Jadi malam kemarin benarbenar capek untuk menulis.
Dan hari ini..kamis..total seharian dirumah berkumpul terus.
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Selasa, 03 Januari 2012 di 10.54
Ini bukan hanya masalah suka atau tidak suka..tapi masalah cara meminimalisir masalah. Ada banyak tipe manusia dalam organisasi..dan setiap tipe harus dihadapi dengan cara yang berbeda.
Salah satunya adalah dengan cara tidak melibatkan diri dengan salah satu tipe tersebut.
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI di 10.38
Tanggal 3...awal saya akan kembali merekam kehidupan yang dilewati hari demi hari.
Sebuah romantika da nostalgia dari yang sudah saya lakukan sejak smp dulu.
Ada hal yg membuat saya berhenti menulis setiap peristiwa seperti dulu..salah satunya karena ada beberapa bagian dari hidup saa yang tidak mau saya ingat.
Tapi sekarang saya menyadari bahwa hidup saya sangat singkat..sementara begitu banyak hal yang harus dibagikan kepada orang lain sebagai pengalaman.
Menulis bukanlah pekerjan yang sulit..hanya kemalasan yang sering membuatnya menjadi beban.
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Selasa, 25 Oktober 2011 di 18.01
Kembali ke Cianjur...
Kembali penataran...
Jangan heran kalau ada anekdot yang menceritakan bahwa nanti di sorga...kavling untuk guru selalu kosong karena guru sering keluar sorga...untuk ikut pelatihan dan penataran.
Lepas dari semua itu...sejauh mana dampak dari hasil pelatihan dan penataran ini terhadap perbaikan proses layanan pendidikan di sekolah?
Sebuah pertanyaan abadi...
0 komentar Label: pelatihan, pendiikan
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Jumat, 14 Oktober 2011 di 19.08
Imam daily activity
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Senin, 27 Juni 2011 di 06.08
Kurang lebih 2 minggu saya libur...Dan berharap hari demi hari terlewat dengan tidak percuma. Bersama anak2 yang sering terabaikan karena kesibukan.. padahal kesibukan dan karier adalah fatamorgana yg tdk pernah ada ujung. Mereka..anak2 kitalah sumber kebahagian sejati dan sumber alasan mengapa kita mengejar karier dan bergulat dng kesibukan.
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Jumat, 03 Juni 2011 di 12.04
Setelah setahun berusaha,akhirnya anak2 bisa lulus dengan memuaskan. Sebuah perjuangan maha berat sudah mereka lakukan..dan kini mereka bisa sedikit lega dan memanfaatkan waktunya untuk rehat...dan merencanakan jalan hidup selanjutnya...
Doaku akan terus mendampaingi mereka
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Senin, 15 November 2010 di 21.36
Perjalanan waktu benar-benar terasa cepat. bahkan untuk sebentar saja memahami makna "mengapa saya harus ada" benar-benar sulit dilakukan.
Perjalanan yang sangat mendebarkan, karena setiap hari harus bertarung dengan hal-hal duniawi.
Tuhan...
0 komentar Label: My Diary
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Sabtu, 15 Mei 2010 di 00.07
Terima kasih Tuhan....
terima kasih...!
Sampai hari ini aku masih bisa mengikuti apa yang Kau mau...
Sampai saat ini aku masih bisa menjalankan apa yang Kau inginkan...
Sampai detik ini aku masih merasakan apa yang bisa aku lakukan....
Pelaksanaan TBPSC 2010 berjalan lancar....
Walau ada sedikit harapan yang lebur dan hancur...
tapi aku masih bisa bertahan untuk tidak mengumpat-Mu...
Terima kasih
0 komentar Label: My Diary
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Rabu, 12 Mei 2010 di 01.00
Setelah harapan untuk bisa melanjutkan sekolah ke S-2 belum menjadi kenyataan, hari ini saya masih mendengar adanya kabar kurang menyenangkan. Kabar itu tentang kemarahan saya di Kelas Akselerasi dengan melempar penghapus papan tulis ke tembok.
Ternyata atas laporan "orang tua" atau sesama rekan guru , kabar itu sampai juga kepada pengambil keputusan. Hmmmmm....ternyata sesuatu yang saya anggap biasa dan tidak istimewa, bisa menjadi peristiwa besar bagi orang lain.
Hikmah dari peristiwa itu adalah...untuk lebih peka dalam menangkap situasi yang sedang berkembang. ketidakpedulian saya terhadap gejolak yang terjadi memang membuka peluang terhadap orang lain untuk lebih leluasa "mencari-cari" kesalahan kita.
Padahal sudah begitu banyak hal yang saya lewati di sini. dan ternyata masih belum juga saya belajar untuk membaca siapa teman, lawan dan dakocan.
KAMU...yang selama ini aku anggap kawan...memang tak lebih dari dakocan yang sengaja menyebrang jalan agar aku berhenti sejenak. Mungkin saatnya saya harus menabrakmu!
0 komentar Label: My Diary
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Selasa, 11 Mei 2010 di 00.40
Banyak yang sudah terlewati akhir-akhir ini.
dan begitu banyak berita, peristiwa, doa dan harapan jalin menjalin menjadi sebuah rangkaian kehidupan yang tidak bisa diulang...
Tuhan...ini yang bisa saya lakukan...
walaupun ternyata beberapa harapan tertunda...
saya masih diberikan harapan untuk tetap berharap...
Tuhan....jangan kau padamkan mimpi ini
0 komentar Label: My Diary
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Kamis, 06 Mei 2010 di 05.35
Berdasarkan rapat pleno, Kamis, 6 Mei 2010 jam 19.24 WIB dan dihadiri oleh seluruh guru SNP Taruna Bakti Bandung, menyatakan bahwa :
siswa SMP Taruna Bakti Bandung 100% lulus.
Selamat kepada Siswa/i SMP Taruna Bakti.....! Semoga kalian berhasil di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Bandung, 06 Mei 2010
0 komentar Label: My Diary
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Senin, 29 Maret 2010 di 21.13
Hari ke-2 UN...mata pelajaran Bahasa Inggris.
ada yang aneh...siswa kita merasa UN bahasa Indonesia Lebih sulit ketimbang bahasa Inggris.
Apa ada yang salah dengan kurikulum Bahasa Indonesia?
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Sabtu, 27 Maret 2010 di 22.02
Besok awal UN,semoga anak aksel,reguler dan bilingual bisa menjalaninya dengan baik! akselerasi the best
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Jumat, 05 Maret 2010 di 03.22
Pidato SBY kmaren benar2 membuat saya smakin yakin kalau dia sama sekali tidak memiliki insting politik seorang negarawan.
Bagaimana mungkin sbg seorang presiden,langkahnya selalu tlambat. Termasuk masalah bank Century.
Bahkan lebih dari itu,apa yang dikatakan oleh presiden adalah sebuah kecerobohan politik. Presiden jelas melakukan perlawanan terhadap institusi perwakilan rakyat dengan pidatonya yang menyerang kebijakan hasil keputusan rapat paripurna.
Pidato presiden ini bahkan bukan saja tidak mampu membuat masalah menjadi terang justru malah membuka arena baru bagi perang politik itu sendiri.
Rakyat atau minimal saya sendiri menyadari bahwa presiden yang sekarang adalah tipe yang tidak layak menjadi presiden.
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Selasa, 02 Maret 2010 di 08.40
Hari ini, ada berita dpr ricuh. Dan anehnya saya seneng mendengarnya. Ada semacam kepuasan tersembunyi ketika melihat konstelasi politik detik demi detik. Ternyata melihat ketegangan demi ketegangan yang dialami sby,ketua dpr dan demokrat adalah jenis lain dari pelampiasan insting agresif yang terekan oleh norma dan etika.
Dan mungkin itu juga yg dirasakan teman2 di tempat kerja. Hanya senang melihat orang lain terlilit masalah tanpa mampu berperan atau memberi solusi.
Menjadi penonton dari sebuah adegan yang terjadi tidak memiliki resiko apapun. Hanya melihat,komentar,ejek dan sembunyi kepala ketika disorot kamera.
Dasar jiwa-jiwa munafik!!
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Rabu, 11 November 2009 di 18.37
perasaan....Indonesiaku sudah compang camping...
mungkin kejadian seperti ini memang khusus Tuhan gariskan untuk Indonesia...
rakyatnya terlalu mudah memaafkan dan mudah juga melupakan...
jadi akan selalu begini....
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Senin, 19 Oktober 2009 di 21.29
Akhir-akhir ini saya sedang tertarik untuk mempelajari budaya sunda, khususnya dalam hal filosofi dan keyakinannya. Selama ini saya hanya mempelajari filsafat hanya dari sudut pandang orang asing seperti Amerika atau Eropa. Dan ternyata semuanya masih ada yang kurang. Lalu saya mencoba menggali beberapa pedoman atau keyakinan yang selama ini di anut dan dilaksanakan oleh bangsa atau suku saya sendiri, yaitu Sunda.
Ada perbedaan lingkungan, latar belakang budaya dan keyakinan serta hubungan dengan alam bila saya mendalami filosofi bangsa lain. Saya merasa ada bagian yang kosong dalam diri saya ketika membaca salah satu keyakinan yang mengatakan bahwa "Tuhan sudah mati!".
Sekarang saya mencoba menengok ke dalam untuk mengetahui apa kata leluhur dan nenek moyang ketika mereka berbicara masalah keyakina, hidup, asal muasal hidup atau arti dari hidup itu sendiri.
Jelasnya di humordantragedi.blogspot.com
Diposting oleh IMAM WIBAWA MUKTI Kamis, 08 Oktober 2009 di 20.55
sudah seminggu lebih gempa mengguncang....
bagaimana perasaan kita setelah itu?
bagaimana tindakan kita selanjutnya?
bagaimana perubahan kita sekarang?
Copyright © 2008 ImamWibawaMukti. All Rights Reserved.
Design by Padd IT Solutions - Blogger Notes Template by Blogger Templates